• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
08-06-2026
Suara Peristiwa
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Suara Peristiwa
No Result
View All Result
Home Trending

Ngesti ; Kritisi Pengelolaan APBDes

Kinerja realisasi anggaran 2023 lebih buruk dari tahun 2022

Suara Peristiwa by Suara Peristiwa
15/11/2023
in Trending
0

Related posts

Bikin Haru! Tangis Berubah Tawa, 50 Anak di Kudus Ikut Khitan Massal Gratis dan Dapat Uang Saku

07/06/2026

Ribuan Pelari dari 14 Negara Serbu Merbabu Skyrace 2026, Jalurnya Ekstrem Bikin Candu!

06/06/2026
Ungaran- Pemkab Semarang bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah menggelar workshop pengelolaan keuangan desa di pendapa rumah dinas bupati Semarang di Ungaran, Selasa (14/11/2023) siang. Di hadapan 208 kepala desa dan Camat yang hadir, Bupati menyampaikan para kepala desa untuk mengelola dana transfer yang diterima dengan lebih efektif. “Menjelang akhir tahun anggaran, Inspektorat sudah melakukan pendampingan agar penyelesaian program terutama fisik dapat selesai dengan baik dan tepat waktu,” terangnya usai membuka acara.
Bupati juga mengingatkan agar pengelolaan dana keuangan desa tahun depan dapat dimanfaatkan untuk membantu penanganan tengkes (stunting) dan kemiskinan ekstrem. Selain itu juga untuk mendukung ketahanan pangan dan penyediaan air bersih yang memadai.
Kegiatan Workshop, lanjutnya, merupakan langkah edukasi bagi para kades untuk lebih memahami pengelolaan APBDes yang lebih efektif dan akuntabel.
Kepala BPKP Perwakilan Jawa Tengah, Tri Handoyo yang menjadi narasumber menjelaskan pendapatan asli desa masih rendah. Yakni hanya 2,4 persen dari total pendapatan desa. Upaya mendongkrak pendapatan lewat pendirian badan usaha milik desa (Bumdes) sebagian besar malah membebani APBDes. Hal itu disinyalir karena kurangnya studi kelayakan usaha yang dijalankan Bumdes. “Pemdes masih fokus pada pembangunan infrastruktur. Mereka belum kreatif merencanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa untuk kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Data di BPKP, kinerja realisasi anggaran 2023 di 21.545 desa di tanah air lebih buruk dibandingkan tahun 2022. Dana penurunan stunting sebesar Rp471,58 miliar di 10.930 desa tidak berdampak langsung kepada sasaran. Selain itu realisasi anggaran bantuan langsung tunai (BLT) desa sampai Juli 2023 sebesar Rp1,5 triliun berpotensi tidak optimal karena tidak tepat sasaran (jun/red)
Previous Post

78 CPNS Formasi Tahun 2021 Dikukuhkan

Next Post

Antisipasi Perubahan Iklim, Tanam 1020 batang bibit pohon

Next Post

Antisipasi Perubahan Iklim, Tanam 1020 batang bibit pohon

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUBUNGI KAMI

Email : redaksi@suaraperistiwa.id
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy

Copyright 2026 © SuaraPeristiwa.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto

Copyright 2026 © SuaraPeristiwa.id