• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
12-04-2026
Suara Peristiwa
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Suara Peristiwa
No Result
View All Result
Home Trending

Ita ; Waspadai Ancaman Rob, Banjir & Tanah Longsor

Angka kasus bencana menurun

Suara Peristiwa by Suara Peristiwa
28/11/2023
in Trending
0

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta kepada seluruh stakeholder untuk siap mengantisipasi dan menangani bencana di musim hujan. Hal itu disampaikan  Ita saat memimpin apel gladi lapangan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di halaman balai kota Senin (27/11).

Dirinya mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terkait bencana-bencana alam yang sering timbul saat musim hujan. Diantaranya tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan sebagainya. Khusus untuk banjir yang sering terjadi di wilayah Kaligawe dan Genuk, dirinya meminta agar pompa-pompa bisa bekerja secara maksimal dan saluran drainase dibersihkan.

Related posts

Cerita Sopir Mudik Gratis Jateng: Rezeki di Tengah Sepi dan Bahagia Antar Pemudik Pulang

15/03/2026

Daya Tarik Baru Jalur Trans Jawa, KEK Batang Operasikan Coastal Rest Area

14/03/2026

“Beberapa waktu lalu terjadi titik longsor dan pohon tumbang, serta terjadi banjir khususnya di Kaligawe, Genuk. Karena memang beberapa pompa pengendali banjir masih perbaikan, dan beberapa drainase harus dilakukan pembenahan,” terangnya.

Ditambahkan, genangan dan beberapa kali hujan juga tidak terjadi, Ini menjadi satu bukti bahwa mesti terus menerus melakukan pembenahan baik drainase, baik pembersihan sampah, agar pompa di seluruh wilayah bekerja maksimal.

Dirinya menyebut, angka kasus bencana di Kota Semarang pada tahun 2022 menurun. Di tahun 2020, pihaknya mencatat ada 342 bencana. Kemudian di 2021 terdata ada 432 bencana, dan di 2022 ada kasus 324 bencana.

Sebagai upaya memperkuat penanganan bencana secara maksimal, Pemkot Semarang selain bekerja sama dengan TNI-Polri, juga menggandeng para relawan. Diharapkan sinergitas ini terus dilakukan sehingga masyarakat selalu terbantu saat menghadapi masalah bencana.

“Di sini akan ada Jambore Relawan, di mana relawan akan memperkuat upaya penanggulangan bencana baik terkait kesadaran dan kesiapan diri. Ada juga inovasi dan dari pemerintah terkait mitigasi bencana. Selain itu juga dilakukan sosialisasi kepada warga,” tambah Ita.

Meski angka bencana menurun, Ita mengakui jika di wilayah-wilayah tertentu masih ada ancaman bencana yang harus diwaspadai. Di wilayah pesisir misalnya, bencana yang diwaspadai adalah banjir dan rob. Kemudian di daerah Semarang bagian atas yakni bencana tanah longsor.

“Di wilayah tengah sudah terhitung aman dari banjir karena drainase sudah tertata dengan baik. Tentu kewaspadaan ada di wilayah pesisir atas ancaman banjir dan rob. Sebenarnya wilayah pesisir drainase bagus, tetapi karena memang ada penurunan tanah sehingga jadi masalah,” jelasnya.

“Kemudian kalau Semarang bagian atas yang menghantui longsor, karena di beberapa titik topografinya tanah gerak. Sehingga ini yang perlu diwaspadai untuk bagaimana mengamankan, utamanya potensi banjir kiriman atau air bah dari wilayah hulu,” lanjutnya.(had/red)

 

Previous Post

Menelusur Kelezatan Nasi Gandul, Kuliner Khas Pati

Next Post

Serabi Ngampin, Ramaikan Hari Guru Nasional

Next Post

Serabi Ngampin, Ramaikan Hari Guru Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUBUNGI KAMI

Email : redaksi@suaraperistiwa.id
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy

Copyright 2026 © SuaraPeristiwa.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto

Copyright 2026 © SuaraPeristiwa.id