Batang-PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Industropolis Batang, anggota Holding BUMN Danareksa, memperkuat posisinya sebagai kawasan terintegrasi melalui pembukaan Industropolis Coastal Rest Area di KM 371+800 Tol Trans Jawa. Langkah ini menandai transformasi kawasan yang tidak hanya berfokus pada manufaktur, tetapi juga pengembangan ruang publik bernilai tambah yang menyasar jutaan pemudik pada musim arus mudik 2026. Berlokasi strategis di Exit Tol KIT Batang, fasilitas ini menawarkan diferensiasi berupa panorama laut lepas—sebuah fitur yang jarang ditemukan pada titik singgah jalan tol konvensional. Dibuka selama periode 14–23 Maret 2026, proyek ini merupakan bentuk optimasi lahan pesisir utara Batang sebagai destinasi transit premium. Fasilitas yang disediakan antara lain kapasitas masjid seluas 200 m2 yang mampu menampung hingga 2.400 jemaah. Sentra kuliner yang melibatkan pelaku usaha lokal Batang sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi daerah, serta area parkir luas, ruang istirahat keluarga, dan viewpoint laut terbuka.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menegaskan bahwa kehadiran rest area ini merupakan bagian dari strategi branding untuk memperkenalkan konsep “Kota Baru” yang terintegrasi.
“Kami ingin masyarakat mengenal Industropolis Batang lebih dekat. Kawasan ini tidak hanya tumbuh sebagai pusat industri, tetapi sedang kami bangun sebagai kota baru yang terintegrasi. Coastal rest area ini adalah wujud pelayanan sekaligus pengenalan suasana kawasan yang berbeda,” ujar Indri dalam keterangan resmi, Sabtu (14/3/26).
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Nasrullah, menyambut positif kehadiran titik singgah ini. Menurutnya, aspek visual laut dapat membantu menurunkan tingkat kejenuhan pengemudi, yang secara tidak langsung berdampak pada aspek keselamatan berkendara (road safety) di ruas tol tersebut.
Pertumbuhan infrastruktur di Batang terbukti menjadi mesin utama penggerak ekonomi wilayah. Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengungkapkan bahwa sinergi antara kawasan industri dan aksesibilitas jalan tol telah mengerek pertumbuhan ekonomi daerah hingga ke level 7,79%.
“Industropolis Coastal Rest Area menjadi wajah baru Batang. Ini bukan sekadar tempat istirahat, tapi simbol bagaimana investasi infrastruktur mampu membuka lapangan kerja dan memicu perputaran ekonomi bagi warga lokal,” jelas Faiz.
Kehadiran titik singgah ini diharapkan mampu memecah konsentrasi penumpukan pemudik di rest area konvensional, sembari memberikan pengalaman transit yang lebih segar bagi para pengguna jalan tol dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.(atr/naf)









