Semarang— Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, resmi menginisiasi program “Kencan Bumil” atau Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil sebagai langkah strategis menekan angka kematian ibu (AKI) di wilayah tersebut. Program ini dirancang sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor yang mengedepankan pendampingan personal bagi ibu hamil guna memastikan keselamatan ibu dan janin sejak masa awal kehamilan hingga periode nifas.
Dalam webinar “Jupiter” bertajuk Ayo Kencan Bumil Penuh Cinta yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Jawa Tengah pada Jumat (6/3/26), Nawal memaparkan bahwa tren kasus kematian ibu di Jawa Tengah sebenarnya menunjukkan penurunan yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Data mencatat angka kematian ibu yang sempat menyentuh 1.011 kasus pada 2021, terus menyusut hingga menjadi 337 kasus pada 2025. Meski demikian, Nawal menegaskan bahwa upaya perlindungan terhadap ibu hamil tidak boleh kendur.
“Kencan Bumil ini merupakan salah satu gerakan kolaboratif untuk mengenali dan mengecek kesehatan ibu hamil secara rutin. Kami ingin memastikan tidak ada ibu hamil yang luput dari pengawasan medis maupun pendampingan sosial,” ujar Nawal Arafah Yasin saat memberikan paparan melalui Zoom Meeting.
Inovasi Kencan Bumil sendiri merupakan bentuk penyempurnaan dari program pendahulu, “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng”. Fokus utama program ini terletak pada pelibatan aktif kader PKK, Posyandu, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dengan sistem one on one. Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah ini menjelaskan bahwa satu kader akan bertanggung jawab mendampingi satu ibu hamil untuk memantau kesehatan fisik, mental, hingga pemenuhan gizi guna mencegah risiko stunting pada balita.
“Satu kader akan mendampingi satu ibu hamil sejak terdeteksi hingga masa nifas. Jadi ini adalah proses ‘ngopeni’ atau merawat ibu hamil secara intensif, di mana ada kunjungan rutin kader ke rumah plus edukasi yang diberikan secara langsung,” tutur Nawal menjelaskan mekanisme teknis di lapangan.
Lebih lanjut, program ini juga mencakup aspek administratif dan aksesibilitas layanan kesehatan, seperti memastikan kepemilikan JKN atau BPJS serta pengurusan dokumen kependudukan bayi yang baru lahir. Untuk memperkuat deteksi dini, Kencan Bumil akan diintegrasikan dengan layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling), sebuah program unggulan dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin yang menghadirkan dokter spesialis kandungan langsung ke tengah masyarakat.
Sejauh ini, layanan Speling telah menjangkau 12.110 ibu hamil di Jawa Tengah, dengan identifikasi sebanyak 3.644 ibu yang masuk dalam kategori berisiko tinggi. Sebagai tahap awal, program Kencan Bumil yang akan diluncurkan secara resmi pada 31 Maret 2026 ini menunjuk empat wilayah sebagai proyek percontohan, yakni Kabupaten Sragen, Blora, Kebumen, dan Kota Pekalongan.
Nawal menekankan bahwa keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, akademisi, hingga dunia usaha. Ia meyakini bahwa pendekatan yang humanis dan terintegrasi akan memberikan rasa aman bagi para ibu di Jawa Tengah.
“Pada prinsipnya, gerakan Kencan Bumil ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir dan negara hadir dengan penuh kepedulian, kerelawanan, serta keterpaduan untuk melindungi warganya,” pungkasnya.(gus/naf)









