• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
26-02-2026
Suara Peristiwa
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Suara Peristiwa
No Result
View All Result
Home Trending

Ritual Laku Banyu Penguripan: Menghayati Perjalanan Spiritual Sunan Kudus Melalui 554 Sumber Mata Air

Suara Peristiwa by Suara Peristiwa
03/01/2026
in Trending, Gastronomi
0

Kudus– Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan prosesi “Laku Banyu Penguripan” yang digelar dalam rangka memperingati Ta’sis ke-491 Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Sabtu (3/1/26) malam.

Ritual budaya dan religi ini dilepas langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dari Pendapa Kabupaten Kudus menuju kawasan ikonik Menara Kudus. Sam’ani menyebut turunnya gerimis sesaat sebelum acara dimulai sebagai simbol berkah bagi masyarakat Kudus.

Related posts

Investasi Berkualitas di KEK Industropolis Batang: 80 Persen Tenaga Kerja Lokal Jalani Transfer Teknologi ke China

25/02/2026

Menyapa Hangatnya Silaturahmi: Laras Asri Resort & Spa Salatiga Hadirkan “Pesona Ramadhan” dengan 80+ Menu Nusantara

25/02/2026

“Tadi Maghrib sempat gerimis, alhamdulillah sekarang sudah reda. Ini menjadi tanda bahwa kegiatan ini diridai oleh Allah,” ujar Sam’ani di hadapan para peserta.

Sam’ani menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian tradisi ini. Menurutnya, Laku Banyu Penguripan yang kini memasuki pelaksanaan kelima kalinya, memiliki peran ganda sebagai kekuatan spiritual sekaligus daya tarik pariwisata daerah.

“Pemkab Kudus mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Kita harus terus uri-uri (melestarikan). Semoga ini menjadi kekuatan destinasi pariwisata dan budaya yang membanggakan bagi Kabupaten Kudus,” tegas Bupati.

Ketua Panitia Ta’sis ke-491 Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Abdul Jalil, menjelaskan bahwa penggunaan istilah “Laku” sengaja dipilih untuk menggantikan kata kirab. Hal ini merujuk pada sejarah berdirinya Kudus yang didasari oleh tirakat, doa, dan laku batin para pendahulu.

“Kita sedang memprosesikan situasi 491 tahun yang lalu, menghayati apa yang dilakukan oleh Sunan Kudus dan para santrinya. Lahirnya Kudus didasari oleh laku batin dan doa,” kata Jalil.

Keunikan ritual ini terletak pada air yang diarak. Panitia mengumpulkan air dari 554 punden dan belik (mata air) di seluruh Kabupaten Kudus. Tak hanya itu, air tersebut disempurnakan dengan air dari petilasan Wali Songo, Sultan Fatah, Ibrahim Asmorokondi, hingga air Zamzam.

Selain air, deretan obor yang dibawa peserta juga menjadi pusat perhatian. Jalil memaparkan bahwa obor tersebut memiliki makna filosofis yang dalam, terinspirasi dari kisah Nabi Musa AS saat mendapatkan petunjuk melalui cahaya api.

“Harapannya, dari titik api atau obor yang dibawa peserta, muncul cahaya pengharapan untuk Kudus yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya.

Prosesi yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga, tetapi juga menjadi refleksi atas nilai-nilai toleransi dan kearifan lokal yang diwariskan oleh Sunan Kudus selama hampir lima abad.(bin/aho)

Previous Post

Jawa Tengah Borong 9 Penghargaan Harmony Award, Taj Yasin: Buah Sinergi Pemprov dan Kemenag

Next Post

Meski Anggaran Terbatas, Pemprov Jateng Pastikan Program Tali Asih Penghafal Al Quran Berlanjut di 2026

Next Post

Meski Anggaran Terbatas, Pemprov Jateng Pastikan Program Tali Asih Penghafal Al Quran Berlanjut di 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA PILIHAN

Yasip : Waspadai Kerawanan Ketidakpuasan Hasil Penghitungan Suara

2 years ago

Awas, Kasus KDRT dan Stunting Naik

6 months ago

Yasip: Lakukan Assessment dan Mutasi Pejabat

2 years ago

Bupati Sam’ani : Dorong Suasana Kondusif dan Nyaman

11 months ago
Suara Peristiwa

Suaraperistiwa.id bergerak di bidang pemberitaan berupa portal website media online. Suaraperistiwa.id memberikan nuansa baru dalam menyampaikan informasi yang mengedukasi serta membangun untuk kemajuan bangsa. Informasi yang kami sajikan berdasarkan fakta atau temuan di lapangan juga dari sumber yang jelas dan dapat di pertanggung jawabkan.

Seluruh wartawan Suaraperistiwa.id dalam menjalankan tugas jurnalistik, didasari Kode Etik Jurnalistik Sesuai Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Wartawan Suaraperistiwa.id telah dibekali tanda pengenal berupa ID Card dan Surat Tugas yang sah serta namanya tercantum di boks redaksi. Apabila nanti instansi pemerintah, swasta, masyarakat umum dan sebagainya di kemudian hari menemukan wartawan Suaraperistiwa.id yang namanya tidak tercantum sesuai ketentuan di atas, maka redaksi tidak bertanggungjawab atas pemberitaan yang dilakukan.

BERITA TERBARU

Investasi Berkualitas di KEK Industropolis Batang: 80 Persen Tenaga Kerja Lokal Jalani Transfer Teknologi ke China

25/02/2026

Menyapa Hangatnya Silaturahmi: Laras Asri Resort & Spa Salatiga Hadirkan “Pesona Ramadhan” dengan 80+ Menu Nusantara

25/02/2026

Dukung Gerakan Asri, Bupati Kudus Pimpin Aksi Bersih Sampah Serentak

24/02/2026

Revitalisasi Dekranasda Salatiga, Pemkot Mulai Kurasi Produk UMKM Unggulan

23/02/2026

HUBUNGI KAMI

Email : redaksi@suaraperistiwa.id
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy

Copyright 2024 © SuaraPeristiwa.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto

Copyright 2024 © SuaraPeristiwa.id