Salatiga – Wali Kota Salatiga Robby Hernawan resmi meluncurkan operasional Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) baru-baru ini. Kehadiran unit ini dimaksudkan untuk memperkuat benteng perlindungan bagi kelompok rentan di Kota Salatiga.
Bertempat di Jalan Hasanudin No. 114, peresmian ini juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga. Robby menyatakan bahwa pembentukan UPTD PPA adalah langkah konkret pemerintah untuk menjamin keselamatan warga dari ancaman kekerasan, termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
“Kita harus bisa menjamin perlindungan dan kesejahteraan perempuan dan anak karena golongan ini sangat rentan. Keamanan dan kenyamanan mereka di Salatiga adalah prioritas,” kata Robby, Rabu.
Robby yang juga merupakan dokter spesialis kandungan (Sp.OG) ini menekankan pentingnya pendekatan psikologis dalam penanganan kasus. Ia meminta petugas UPTD PPA bekerja dengan empati tinggi dan menjaga kerahasiaan identitas korban.
“Jangan ada yang menyalahkan korban atau memperparah trauma mereka. Edukasi keluarga dan kesadaran masyarakat harus menjadi bagian integral dari fungsi UPTD ini,” tuturnya.
Urgensi di Tengah Puluhan Kasus Kekerasan
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Salatiga, Suparli, mengungkapkan urgensi di balik pembentukan unit ini. Merujuk data P2TP2A, sepanjang tahun 2025 tercatat ada 87 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Salatiga.
“UPTD PPA dibentuk untuk memberikan kepastian hukum. Tugasnya mulai dari menerima laporan, memberikan layanan kesehatan, penguatan psikologis, hingga bantuan hukum bagi korban,” ujar Suparli.
Selain itu, unit ini juga berfungsi memfasilitasi kebutuhan korban penyandang disabilitas, mengidentifikasi penampungan sementara, hingga mengoordinasikan pemenuhan hak korban dengan aparat penegak hukum.
Operasional UPTD PPA Salatiga kini dipimpin oleh Tri Anita Noviana dengan didampingi Elisa Nabila Husna sebagai pengelola dan Ludi Sutriyanto sebagai pengadministrasi. Unit ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Salatiga sebagai kota yang inklusif dan ramah perempuan serta anak.(had/naf)










