• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
08-06-2026
Suara Peristiwa
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Suara Peristiwa
No Result
View All Result
Home Trending

Maknai Hari Pahlawan Dengan Perangi Struktur dan Kultur Kemiskinan dan Kebodohan

Suara Peristiwa by Suara Peristiwa
10/11/2024
in Trending
0

Semarang-Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan tahun 2024 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Minggu, (10/11/24).

Tema Hari Pahlawan tahun ini adalah “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu”. Tema ini mengandung makna bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan. Begitu juga dengan bentuk pengabdian harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Related posts

Bikin Haru! Tangis Berubah Tawa, 50 Anak di Kudus Ikut Khitan Massal Gratis dan Dapat Uang Saku

07/06/2026

Ribuan Pelari dari 14 Negara Serbu Merbabu Skyrace 2026, Jalurnya Ekstrem Bikin Candu!

06/06/2026

Pada kesempatan itu Nana Sudjana membacakan amanat Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Isi amanat tersebut menyatakan bahwa proses perjuangan membangun bangsa senantiasa berbeda bentuknya dari tahun ke tahun. Sebab, setiap masa akan berbeda tantangan, peluang, kekuatan, dan keterbatasannya.

“Ketika dahulu implementasi kepahlawanan adalah dengan semangat mendobrak, menjebol dan meruntuhkan bangunan struktur kolonialisme penjajah, maka saat ini implementasinya adalah meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akar masalah sosial di Indonesia,” kata Nana Sudjana saat membacakan amanat Menteri Sosial.

Oleh karena itu, semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, dan mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif untuk rakyat di manapun berada.

Kemajuan sebuah bangsa, lanjut dia, bukan saja diukur dari kemampuannya mengejar pertumbuhan ekonomi, namun juga diukur dari kemampuannya mengelola permasalahan sosial.

“Tantangannya ke depan, bahwa kita sepakat NKRI adalah untuk masa depan, rumah kita bersama sampai akhir hayat, tentunya ini membuka kesempatan bagi seluruh bangsa Indonesia untuk berbuat yang terbaik,” ucapnya.

Menurut dia, semangat itulah yang perlu diteladani dari pahlawan terdahulu. Harapannya ke depan muncul sosok pahlawan yang mampu membawa bangsa Indonesia mencapai kemajuan di berbagai bidang.

“Siapapun berkesempatan untuk berjuang mempertahankan NKRI dan membangun kemajuan NKRI. Juga memunculkan inovasi dan mengimplementasikan nilai kepahlawanan sesuai dengan tantangannya,” tutur Nana. (gus/red)

Previous Post

Mantap ! Pemprov Jateng Borong Penghargaan “Konstruksi Indonesia 2024”

Next Post

Respon Soal Isu Netralitas Kades dan Lurah, DPR Apresiasi Pj Gubernur Jateng

Next Post

Respon Soal Isu Netralitas Kades dan Lurah, DPR Apresiasi Pj Gubernur Jateng

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUBUNGI KAMI

Email : redaksi@suaraperistiwa.id
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy

Copyright 2026 © SuaraPeristiwa.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto

Copyright 2026 © SuaraPeristiwa.id