• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
08-06-2026
Suara Peristiwa
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Suara Peristiwa
No Result
View All Result
Home Trending

Lestarikan Budaya Lokal, Sam’ani Buka Grand Final Lomba Dialog Bahasa Jawa Dialek Muria

Suara Peristiwa by Suara Peristiwa
03/09/2025
in Trending
0

 

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris resmi membuka Grand Final Lomba Dialog Bahasa Jawa Dialek Muria di Hotel Griptha Kudus, Rabu (3/9/25). Kegiatan ini digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah dan DIY.

Related posts

Bikin Haru! Tangis Berubah Tawa, 50 Anak di Kudus Ikut Khitan Massal Gratis dan Dapat Uang Saku

07/06/2026

Ribuan Pelari dari 14 Negara Serbu Merbabu Skyrace 2026, Jalurnya Ekstrem Bikin Candu!

06/06/2026

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah dan DIY, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Jepara, Blora, dan Pati, Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Penggiat Bahasa Muria, Kepala Sekolah, guru pendamping, anak-anak peserta lomba dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani menegaskan bahwa lomba ini menjadi sarana penting untuk menumbuhkan semangat generasi muda dalam menjaga bahasa daerah.

“Ini menjadi suatu semangat dan inspirasi bagi kita semuanya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X yang telah menggagas acara ini, serta apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengasah talenta berbahasa Jawa.

“Dialek Muria antara Pati, Jepara, Blora, dan Kudus punya keunikan yang ‘ngangeni’. Dengan lomba ini, kita memberikan ruang kepada generasi muda untuk berekspresi, sekaligus menumbuhkan bibit unggul yang bisa mewakili di tingkat nasional. Bahasa Jawa adalah warisan penuh tata krama dan etika yang patut kita uri-uri,” tambahnya.

Kepala BPK Wilayah X Jawa Tengah dan DIY yang diwakili oleh Pamong Budaya Ahli Madya BPK Wilayah X, R. Wikanto Harimurti, menyampaikan bahwa penyelenggaraan lomba ini merupakan upaya nyata dalam melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya takbenda yang harus terus dijaga.

“Lomba dialog Bahasa jawa dengan dialek muria ini adalah satu dari sekian banyak upaya kita untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Lomba ini bertujuan agar anak-anak SMP ini semakin bangga dan bersemangat melestarikan kebudayaan jawa,” ungkapnya.

Wikanto juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kudus dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus atas dukungan dan kehadirannya, serta seluruh pihak yang terlibat. Ke depan, kegiatan seperti ini akan menjadi ujung tombak menjaga marwah kebudayaan kita. Mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan, hal tersebut akan kami evaluasi dan perbaiki,” imbuhnya.

Lomba tahun ini diikuti oleh 34 grup dari empat kabupaten, yaitu Blora (8 grup), Jepara (9 grup), Kudus (8 grup), dan Pati (9 grup). Masing-masing grup terdiri dari dua siswa. Dari seluruh peserta, sepuluh besar terbaik telah diumumkan oleh dewan juri. Sejak tahap awal, para peserta telah menunjukkan kreativitas, kepiawaian berbahasa, sekaligus kecintaan mereka pada bahasa Jawa, khususnya dialek Muria yang merupakan salah satu kekayaan linguistik khas pesisir utara Jawa Tengah.

Dari proses penjurian, terpilih lima besar terbaik. Juara pertama diraih SMP Negeri 1 Tayu, Kabupaten Pati, dengan total nilai 1646. Disusul SMP Negeri 1 Dawe, Kudus, sebagai juara kedua dengan nilai 1630, dan SMP Negeri 1 Jepara menempati juara ketiga dengan nilai 1618. Sementara itu, juara keempat diperoleh SMP Negeri 1 Jati, Kudus, dengan nilai 1611, dan juara kelima diraih SMP Negeri 1 Jepara dengan nilai 1599.

Selain itu, dewan juri juga memberikan apresiasi penghargaan kepada sepuluh besar terbaik. Penghargaan tersebut diberikan kepada SMP Negeri 5 Kudus, SMP Negeri 2 Cepu Blora, SMP Negeri 1 Keling Jepara, SMP Negeri 3 Blora, serta SMP Negeri 3 Kedung Jepara.

Melalui lomba ini, diharapkan lahir generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakar kuat pada budaya dan bahasa daerahnya. Pemerintah Kabupaten Kudus bersama seluruh elemen masyarakat akan terus mendukung upaya pelestarian budaya, agar warisan luhur bangsa tetap hidup, berkembang, dan menginspirasi lintas generasi.(bin/aho)

Previous Post

Bupati Kudus Pimpin Deklarasi Kudus Damai

Next Post

Pemprov Jateng Gelontorkan Hibah Rp16,6 Miliar ke Perguruan Tinggi Swasta

Next Post

Pemprov Jateng Gelontorkan Hibah Rp16,6 Miliar ke Perguruan Tinggi Swasta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUBUNGI KAMI

Email : redaksi@suaraperistiwa.id
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy

Copyright 2026 © SuaraPeristiwa.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto

Copyright 2026 © SuaraPeristiwa.id