• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
08-06-2026
Suara Peristiwa
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Suara Peristiwa
No Result
View All Result
Home Edunesia

Gen Z Harus Berpikir Kritis Lawan Hoaks

Suara Peristiwa by Suara Peristiwa
02/12/2024
in Edunesia, Trending
0

Semarang– Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) bersama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) gelar kampanye Literasi Digital dengan tema “Unmute Generation” belum lama ini. Topik dalam gerakan literasi ini bertajuk “Tajamkan Pikiran Lawan Berita Palsu” dan dilaksanakan di SMK Negeri 9 Semarang dengan melibatkan lebih dari 100 siswa sebagai peserta.

Related posts

Bikin Haru! Tangis Berubah Tawa, 50 Anak di Kudus Ikut Khitan Massal Gratis dan Dapat Uang Saku

07/06/2026

Ribuan Pelari dari 14 Negara Serbu Merbabu Skyrace 2026, Jalurnya Ekstrem Bikin Candu!

06/06/2026

Kampanye ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan literasi digital generasi muda, khususnya dalam membedakan informasi benar dan palsu yang kian marak di era digital. 

Kepala Program Keahlian MPLB, Vivien Agustaviani Dasoeki, S.Pd menekankan pentingnya kemampuan literasi digital untuk menghadapi tantangan informasi yang tidak selalu akurat.

“Siswa-siswi jaman sekarang sebagai generasi muda adalah ujung tombak perubahan. Dengan literasi digital yang kuat, mereka dapat menjadi agen yang mendorong masyarakat maupun dirinya sendiri untuk lebih bijak dalam menggunakan media,” ujarnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Rezi, menyampaikan pentingnya  melibatkan siswa-siswi atau pelajar untuk lebih paham digital. Peserta juga diajak berpikir kritis dalam menyaring informasi, sekaligus berperan aktif dalam mencegah penyebaran hoax di lingkungan mereka.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas bermedia dalam berliterasi digital dan menanggulangi hoax yang begitu berbahaya pada jaman sekarang” ungkapnya.

Acara ini menghadirkan pembicara Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro sekaligus Komite Edukasi Mafindo, Dr. Agus Triyono, S.Sos, M.Si yang menjelaskan materi tentang Etis Bermedia Digital. Dalam sesi ini, siswa diajak untuk memahami prinsip-prinsip etika dalam menggunakan media sosial dan internet, seperti menghormati privasi orang lain, tidak menyebarkan konten yang merugikan, serta bertanggung jawab atas jejak digital yang mereka tinggalkan. Sesi ini juga mengajak siswa untuk lebih sadar akan dampak sosial dari setiap tindakan mereka di dunia digital.

Dalam kesempatan tersebut, sebagai bentuk praktik nyata  peserta diajak mengikuti simulasi penerapan etika digital melalui workshop dan diskusi melalui pemanfaatan konten seperti artikel, infografis, serta videografis.

Rezi menambahkan, kampanye Literasi Digital Unmute Generation ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk terus memperluas kampanye literasi digital di kalangan generasi muda. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Semarang dan sekitarnya.(bin/red)

Previous Post

Dorong Digital “Smart” , Hilda Ajak Pelajar Bijak Manfaatkan Teknologi

Next Post

Yasip ; Erupsi Budaya Sedang Krisis, Demoralisasi Rendah

Next Post

Yasip ; Erupsi Budaya Sedang Krisis, Demoralisasi Rendah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUBUNGI KAMI

Email : redaksi@suaraperistiwa.id
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy

Copyright 2026 © SuaraPeristiwa.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto

Copyright 2026 © SuaraPeristiwa.id