Salatiga – Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Salatiga kembali memperkuat literasi digital di kalangan pendidik dengan menggelar program “AI Goes to School” gelombang ketiga. Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Salatiga, kegiatan yang berlangsung secara daring pada Sabtu, (13/12/25) ini diikuti oleh 130 guru jenjang PAUD, TK dan Sekolah Dasar (SD) se-Kota Salatiga.
Koordinator Wilayah Mafindo Salatiga, Budhi Widi Astuti, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan gelombang sebelumnya yang dihelat pada Juli dan September lalu. Fokus utama pelatihan adalah membekali para pendidik dengan kemampuan teknis penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses belajar mengajar.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan literasi digital seputar penggunaan AI untuk menunjang tugas sehari-hari para guru PAUD dan SD sebagai pendidik di Kota Salatiga,” ujar Budhi dalam keterangannya, Sabtu.
Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Hariyati. Dalam sambutannya, Hariyati menekankan pentingnya adopsi teknologi dalam dunia pendidikan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Ia berharap program bertema “Peningkatan Pembelajaran dengan Menggunakan Teknologi AI” ini mampu memicu kreativitas guru.
“Acara ‘AI Goes to School’ diharapkan menjadi wadah bagi pendidik untuk semakin akrab dengan pemanfaatan kecerdasan buatan, sehingga dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif,” kata Hariyati.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi intensif dari pemateri Agus Triyono dan Yulius Rio Pujianto, serta didampingi oleh tim asisten pelatih dari Mafindo. Peserta diajak mempraktikkan langsung berbagai perangkat berbasis AI, mulai dari Movieflow AI, Google AI Studio, Canva AI, hingga Suno AI. Penekanan diberikan pada teknik prompting yang tepat untuk menghasilkan materi ajar yang menarik serta etika penggunaan AI.
Dian Widi Yussanti, Kepala Sekolah KB/TK Bethany yang menjadi salah satu peserta, mengungkapkan antusiasmenya pasca-pelatihan. Menurutnya, materi yang diberikan sangat aplikatif dan membuka wawasan baru bagi pengelolaan kelas.
“Setelah dibekali ilmu hari ini, saya tidak ragu-ragu lagi untuk menggunakan AI. Saya juga akan mengedukasi para guru di sekolah agar lebih percaya diri dan kreatif dalam menggunakan teknologi ini,” tutur Dian.(had/naf)




