• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
12-04-2026
Suara Peristiwa
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
    • Edunesia
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Suara Peristiwa
No Result
View All Result
Home Trending

Duh, Warga Dukuh Lengkong Demak 7 Bulan Terendam Banjir

Suara Peristiwa by Suara Peristiwa
28/05/2025
in Trending
0

Related posts

Cerita Sopir Mudik Gratis Jateng: Rezeki di Tengah Sepi dan Bahagia Antar Pemudik Pulang

15/03/2026

Daya Tarik Baru Jalur Trans Jawa, KEK Batang Operasikan Coastal Rest Area

14/03/2026
Demak – Kehadiran Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di Dukuh Lengkong, Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Rabu, (28/5/25) memberikan secercah harapan bagi warga setempat. Sebab, di daerah tersebut telah tergenang banjir rob hampir tujuh bulan.
Salah seorang warga Dukuh Lengkong, Supriyadi mengaku, meski rumahnya masih terendam banjir, namun dengan kehadiran Wakil Gubernur Jateng, dinilai menunjukkan sebuah perhatian.
“Kehadiran Pak Wagub ini, kami harap ada solusi agar penanganannya segera dilakukan,” kata dia di lokasi.
Ia menuturkan, banjir yang merendam kampungnya telah berlangsung hampir tujuh bulan. Menurutnya, ini banjir dengan durasi terlama yang pernah terjadi.
“Ketinggiannya 1 meter di dalam rumah, semoga segera dipompa,” katanya
Dalam kunjungan itu, Taj Yasin tak hanya meninjau langsung kondisi air yang menggenangi pemukiman, tetapi juga membagikan mainan kepada anak-anak dan paket sembako bagi keluarga yang terdampak.
Momen itu menjadi pelipur lara di tengah tantangan berat yang dialami warga setiap hari. Tawa anak-anak yang menerima mainan menggambarkan harapan baru di Dukuh Lengkong.
Taj Yasin menegaskan, penanganan banjir rob harus segera dilakukan dengan pendekatan komprehensif. Salah satu langkah konkret yang diinstruksikan adalah pengerahan pompa air untuk mempercepat pengeringan genangan di wilayah tersebut.
“Salah satu upaya mengendalikan air ya dengan mengerahkan pompa milik kita,  baik itu milik Dinas Pusdataru maupun BPBD. Kita standby-kan supaya air yang di (permukiman) masyarakat bisa keluar,” ujar Taj Yasin
Berkaitan dengan pengerahan pompa, lanjut Yasin, telah diinstruksikan agar pemerintah membantu sumberdayanya melalui anggaran belanja tidak terduga (BTT).
“Yang paling utama untuk pompa adalah solarnya, kita biayai lagi nanti dari BTT maupun kita kerjasamakan lagi nanti,” jelasnya.
Selain itu, menurut Yasin, upaya normalisasi sungai merupakan bagian dari solusi   untuk mengurangi dampak banjir rob. (gus/naf)
Previous Post

Ngesti ; Rencanakan Pembangunan “Green Hospital”

Next Post

Lutfi ; Kunjungan Presiden Perancis Dongkrak Pariwisata Jateng

Next Post

Lutfi ; Kunjungan Presiden Perancis Dongkrak Pariwisata Jateng

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUBUNGI KAMI

Email : redaksi@suaraperistiwa.id
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy

Copyright 2026 © SuaraPeristiwa.id

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Gastronomi
  • Trending
  • Ekbis
  • Suara Anda
    • Ilpop
    • Abdimas
    • Opini
  • Galeri Foto

Copyright 2026 © SuaraPeristiwa.id