Salatiga – Walikota Salatiga Robby Hernawan, bicara blak-blakan soal pentingnya promosi digital bagi pariwisata daerah. Menurutnya, di era sekarang, penguasaan digital marketing bukan lagi sekadar pilihan, melainkan harga mati!
Hal itu disampaikan Robby saat menghadiri acara Diseminasi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara yang digelar Kementerian Pariwisata di Hotel Grand Wahid, Salatiga, Sabtu (28/2/26) malam.
“Pariwisata tidak lagi sekadar berbicara tentang destinasi, tetapi tentang narasi pengalaman dan kekuatan pemasaran,” tegas Robby.
Robby menilai, cara sebuah kota dikenal dan dikunjungi wisatawan sangat bergantung pada seberapa jago strategi pemasarannya. Digitalisasi menjadi senjata utama untuk memperluas jangkauan promosi.
Dalam kesempatan itu, Robby juga ‘pamer’ segudang potensi Salatiga. Mulai dari statusnya sebagai kota tertua kedua di Indonesia hingga julukan Kota Gastronomi yang bikin lidah wisatawan bergoyang.
Tak hanya itu, posisi Salatiga yang dilintasi Tol Semarang-Solo dan Tol Solo-Yogyakarta membuat kota ini punya potensi besar menjadi giant rest area.
“Pemanfaatan digital marketing sebagaimana menjadi fokus kegiatan ini merupakan salah satu kunci penting dalam memperluas jangkauan promosi pariwisata,” tambahnya.
Kabar baiknya, Salatiga kini masuk dalam radar Program Strategis Nasional (PSN) kepariwisataan kawasan BOKOR (Borobudur-Kopeng-Rawa Pening). Pemkot Salatiga pun tengah menyiapkan paket wisata terpadu dengan daerah sekitar.
Senada dengan Robby, Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Hatta yang turut hadir menyebut Salatiga punya daya tarik unik meski wilayahnya tidak terlalu luas.
“Kota Salatiga unik dan menarik. Potensinya cukup bagus apabila dimaksimalkan. Nanti akan kami bantu dan insyaallah bisa semakin menggairahkan pariwisata di Salatiga,” kata Hatta.
Acara ini juga menjadi ajang ‘ngelmu’ bagi para pelaku UMKM dan pariwisata setempat. Mereka dibekali materi soal digital e-commerce dan networking business oleh pakar Bagus Setiawan.
Sebagai pembuka, para tamu undangan disuguhi penampilan apik Tari Jurit Ampil Kridha Warastra dari Sanggar Tari Hasthasawanda yang menambah kental nuansa budaya lokal.(had/naf)




