Salatiga-Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menghadiri pembukaan Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Jawa Tengah 2025 yang digelar di GOR Indoor Manahan, Surakarta, Sabtu (6/12/25).
Dalam ajang olahraga rekreasi tingkat provinsi ini, Robby optimistis kontingen Salatiga mampu menembus peringkat lima besar klasemen akhir.
Target tersebut dinilai realistis mengingat peningkatan persiapan dan jumlah partisipasi atlet. Pada FORDA tahun sebelumnya (2024), Salatiga berada di peringkat ke-10. Tahun ini, Pemerintah Kota Salatiga memproyeksikan perolehan medali sebanyak 28 emas, 26 perak, dan 24 perunggu.
“Kehadiran kami di sini untuk memberikan dukungan penuh agar para pegiat olahraga dari Salatiga bisa tampil maksimal dan mencapai target lima besar,” ujar Robby yang didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Salatiga, Budi Prasetiyono.
Kota Salatiga mengirimkan kekuatan sebanyak 244 orang yang terdiri dari 220 pegiat olahraga, 18 ofisial, dan 5 pendamping. Mereka akan berlaga di 21 Induk Organisasi Olahraga (INORGA) dengan total 109 kategori lomba.
Penyelenggaraan Terbesar
FORDA Jateng 2025 di Surakarta ini mencatatkan rekor sebagai penyelenggaraan terbesar sejak pertama kali diadakan.
Ketua Pelaksana FORDA 2025, Valerie Yudhistira Pramudya, menyebutkan bahwa antusiasme tahun ini sangat tinggi.
“Tercatat ada 8.601 peserta dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Sebanyak 47 INORGA dipertandingkan dan 5 INORGA ekshibisi tersebar di 30 venue di Kota Surakarta,” jelas Valerie.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, yang mewakili Gubernur Jateng membuka acara, mengapresiasi peran Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dalam menggerakkan masyarakat.
Menurut Masrofi, olahraga masyarakat tidak hanya soal kebugaran, tetapi juga pelestarian budaya lokal.
“Olahraga masyarakat adalah kekuatan Jawa Tengah yang menjaga budaya, mulai dari gobak sodor hingga jemparingan. Ini fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” kata Masrofi.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widyasani, menambahkan bahwa esensi FORDA melampaui sekadar kompetisi perebutan medali.
“FORDA adalah gerakan memasyarakatkan hidup sehat dan mempererat persaudaraan. Kami berharap lahir pegiat unggul yang nantinya mengharumkan Jawa Tengah di kancah nasional maupun internasional,” tutur Astrid.(had/naf)










